Tangerang – Media Fokuslensa.com – Proyek Pemeliharaan saluran air (U-Ditch) Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan yang dilaksanakan oleh CV Sahabi Jaya Mandiri diduga dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi, standar maupun kualitasnya. 26/04/2026.
Dari hasil pengamatan, pemasangan U-Ditch tersusun tidak rapih, permukaan tidak rata dan nampak bergelombang, kemungkinan besar hal ini bisa terjadi karena adanya kesalahan teknis dalam pengerjaannya atau tidak menerapkan teknis timbangan selang air yang tepat serta dudukan mortar ketebalannya terlalu tipis dan kurang semen, sehingga kondisi tanah yang masih labil tidak mampu menopang beban U-Ditch.
Teknis pemasangan U-ditch yang benar meliputi persiapan lahan, penggalian tanah sesuai elevasi, pembuatan fondasi pasir/beton (bedding) atau yang sering disebut dudukan mortar, penyambungan sambungan (jointing) menggunakan semen untuk menutup celah, agar sambungan rapat tidak terjadi kebocoran.
Langkah terakhir melakukan pengurugan kembali. Pastikan posisi rata, tidak ada celah antar-U-ditch, dan gunakan basecourse (batu split) disisi U-Ditch agar tidak ada pergeseran serta dengan finising peluran semen.
Kendati demikian, langkah teknis dalam pemasangan U-Ditch kerap sekali mengalami kesalahan atau bahkan sengaja tidak dilakukan, faktor utamanya adalah karena pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak menguasai teknis, sehingga banyak sekali penyedia jasa yang mengerjakan proyek asal jadi.
Seperti proyek di Cipari tersebut, diduga pejabat satuan kerja Kecamatan Panongan selalu bungkam dan enggan menggubris kritik maupun saran yang dilayangkan melalui media masa, bahkan belum ada satupun pekerjaan di Kecamatan Panongan yang diduga tidak sesuai teknis untuk dievaluasi, mereka seperti buta, tuli tak punya hati nurani.
Entah alasannya apa, apa mungkin ada dugaan kemitraan dengan penyedia jasa dalam bentuk gratifikasi, apakah mereka semua terlibat dalam birokrasi hitam bawah meja, sehingga tupoksi mereka menjadi disfungsi jabatan.
Saat dikonfirmasi, Rohman yakni Pengawas Kecamatan Panongan akan mengevaluasi pekerjaan proyek yang diduga tidak sesuai teknis tersebut, namun realitanya tidak ada satupun proyek pagu anggaran Kecamatan yang dibenahi atau ditata ulang kembali.
“Pekerjaan Punya Ujang, nanti saya Evaluasi,” tulis Pengawas melalui pesan singkat.
Oleh karena itu, publik akan terus menunggu pembuktian ketegasan pengawas, terutama PPTK dan PLT Camat, jangan sampai cuma omon-omon doang tanpa adanya aksi nyata, buat apa punya jabatan tapi gagal dalam melaksanakan amanah rakyat.
Sementara, Ujang yakni Mandor menjelaskan bahwa pekerjaannya sudah sesuai teknis, menggunakan dudukan mortar, nanti tinggal dipeluk dengan semen, pasir sudah ada di lokasi.
“Sesuai kok, pakai dudukan mortar, belum beres kan pekerjaannya, tinggal nanti finishing,” jelas Ujang saat dikonfirmasi mengenai U-Ditch yang bergelombang melalui pesan WhatsApp.
Sampai berita ini diterbitkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PLT Camat Panongan belum dikonfirmasi, apakah mereka akan bertindak atau mungkin diam lagi, tunggu berita selanjutnya.
(Cahyo)