Tangerang – Media Fokuslensa.com – Demi mewujudkan Kegiatan Kokurikuler, orang tua wali murid SMPN 2 Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang rela merogoh kantongnya dalam-dalam demi anak-anak mereka dapat mengikuti agenda study tour ke Kota Bandung, Jawa Barat pada hari Rabu, 21 Januari 2026.
Kendati tidak diwajibkan, orang tua wali murid pasti mengatakan tidak akan merasa keberatan meski atas dasar kesepakatan bersama. Karena naluriah sebagai orang tua dalam kondisi serba kekurangan sekalipun mereka akan tetap memberikan yang terbaik demi melihat anak-anaknya tercapai keinginannya walau hati sebenarnya bertolak belakang.
Harusnya pihak sekolah dapat mempertimbangkan serta memilih alternatif kegiatan Kokurikuler dengan cara yang lebih efektif dan efisien tanpa membebani orang tua wali murid. Karena tidak semua orang itu kaya dan mampu, masih banyak sekali yang kehidupannya dibawah garis Kemiskinan.
Memang kegiatan kokurikuler keluar daerah tersebut tidak diharuskan, namun apakah pihak sekolah tidak memikirkan segala dampak dan resikonya. Dengan banyaknya contoh korban anak sekolah yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat perjalanan study tour apakah belum cukup untuk bahan pembelajaran.
Belum lagi dampak dari segi sosial, ekonomi hingga gangguan mental psikologi anak, khususnya anak-anak yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan study tour tersebut. Bahkan yang sangat dikhawatirkan bilamana anak-anak itu sampai dikucilkan dan akan menjadi korban bulying oleh teman sebaya nya di sekolah.
Saat dijumpai, orang tua wali murid SMPN 2 Kelapa Dua menyatakan bahwa dirinya rela membayar iuran sebesar Rp. 650 Ribu demi anaknya dapat mengikuti kegiatan kokurikuler ke museum di Kota Bandung.
“Ya mau gimana lagi, demi kebaikan anak ya nggak apa-apa deh, sebenarnya sedikit berat ya, uang segitu kan lumayan, yaudahlah daripada anaknya sedih nggak ikut, lebih baik saya ngalah, ikuti saja program sekolah ini,” ungkap orang tua wali murid yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara, Burhan yakni Humas SMPN 2 Kelapa Dua membenarkan adanya kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan ke Kota Bandung. Menurutnya kokurikuler ini memang sifatnya tidak wajib, namun kokurikuler sudah masuk dalam program kurikulum.
“Kegiatan sekolah sekarang ini ada ekstrakurikuler, intrakurikuler dan kokurikuler, nah kokurikuler ini sudah termasuk dalam program dari kurikulum, dan SMPN 2 Kelapa Dua memilih kunjungan ke Bandung, mengapa kunjungannya tidak ke wilayah Banten saja, karena pilihan destinasi wisata pendidikannya terbatas,” jelas Burhan saat diwawancarai di ruang tunggu tamu sekolah.
Perlu digarisbawahi kata Burhan, kegiatan ke Bandung ini bukan merupakan study tour melainkan kokurikuler yang terselenggara atas kesepakatan antara wali murid, dewan guru maupun komite. Dan untuk peserta yang mengikuti kegiatan ini dari siswa kelas 7 kelas 8 dan kelas 9, untuk keberangkatan pada Rabu, 21 Januari 2026 itu kelas 9 terlebih dahulu.
Sedangkan mengenai surat edaran gubernur larangan kegiatan sekolah keluar daerah Burhan berdalih bahwa kegiatan ke Bandung tersebut bukan study tour tapi kokurikuler yang sudah termasuk program pendukung kurikulum.
“Kami sudah mengantongi izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, dari Polsek Kelapa Dua, sementara untuk rincian biaya kegiatan ke Bandung itu yang mengetahui hanya Kepala Sekolah dan Event Organizer (EO),” imbuhnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang belum dikonfirmasi.
( Cahyo )
























