Tangerang – Media Fokuslensa.com – Proyek Hotmix di RT/003/008 Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang diduga buat ajang Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), sehingga proyek yang dibiayai oleh pajak rakyat ini dijadikan ladang penyimpangan sebagai sarana buang-buang anggaran. Senin, 12/10/2026.
Bagaimana tidak, proyek pagu anggaran Kecamatan Cisauk tersebut terkesan hanya dijadikan ajang meraup keuntungan, bahkan Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) hingga Camat seakan tidak peduli dengan spesifikasi standar maupun kualitas kegiatan fisik, tentunya hal demikian akan menimbulkan spekulasi dan stigma negatif dimata masyarakat.
Harusnya, Satuan Kerja Kecamatan Cisauk lebih aktif dan progresif dalam melakukan pengawasan, jangan sampai memberi celah dan kesempatan pada segala bentuk penyimpangan, jika ada yang harus dievaluasi maka segera lakukan langkah tegas tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Dari hasil pengamatan, terlihat permukaan hotmix teksturnya cukup kasar dan diamter ketebalannya diduga kurang dari 4 cm, apakah teknisnya yang tidak tepat atau mungkin mutunya sengaja menggunakan kualitas material dibawah standarnya.
Saat dijumpai, salah seorang warga menyebut bahwa proyek yang berada di lingkungannya tersebut memang belum lama dikerjakan, sepertinya proyek pagu anggaran dari Kecamatan Cisauk.
“Proyek Kecamatan Cisauk, belum lama dikerjakan, masih baru, ya kami sebagai warga gimanapun hasilnya kami terima, soalnya kami juga kurang ngerti spesifikasi aspal,” ucap Warga yang tidak menyebutkan namanya.
Menanggapi hal itu, Gunawan yakni Satgas Investigasi Perhimpunan Legislatif Muda Indonesia (PEMI) mendesak Pengawas dan PPTK untuk menggelar ulang kekurangan ketebalan hotmix, dia meminta untuk disesuaikan yaitu diameter tebal hotmix 4 cm.
“Kalau bisa ditambah saja, biar hasilnya maksimal, jangan sampai kurang dari 4 cm,” ujarnya.
Sementara Endus yakni Pelaksana proyek Hotmix saat dikonfirmasi terkesan enggan merespon.
Sampai berita ini diterbitkan, Pengawas dan PPTK Kecamatan Cisauk belum dikonfirmasi.
(cahyo)