">

Proyek Misterius Muncul di Kecamatan Cisauk, Diduga Buat Ajang Bagi-Bagi Kue Anggaran

 

Tangerang – Media Fokuslensa.com – Proyek U-Ditch di Kampung Nengnong, RW/02, Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang diduga terdeteksi akan praktek kotor Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kamis, 30/04/2026.

Mengapa demikian, kegiatan fisik Pemerintah ini seperti sengaja tidak menyertakan papan transparansi anggaran dan dengan sistematis, baik dari pejabat berwenang maupun penyedia jasa secara bersama-sama sepakat melakukan penyesatan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Kerja Kecamatan Cisauk menyampaikan bahwa proyek tersebut bukan rangkaian kegiatan dari pagu anggaran Kecamatan, kemungkinan kegiatan milik Kelurahan Cisauk.

Dari hasil pengamatan, pemasangan U-Ditch diduga tidak menggunakan dudukan mortar, selain itu kualitasnya diprediksi menggunakan mutu dibawah standar, sehingga banyak material U-Ditch terlihat mengalami keretakan dan patahan yang cukup signifikan.

Saat dijumpai, salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui proyek yang dikerjakannya milik siapa, yang dia tahu hanyalah bekerja lalu dibayar upahnya.

“Tanya saja ke Kelurahan kalau nggak ke Kecamatan, saya nggak tahu punya siapa,” beber pekerja yang tidak menyebutkan namanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara dan Hak Asasi Manusia (LipanHam) DPD Provinsi Banten menilai bahwa OPD Kecamatan maupun Kelurahan Cisauk kurang serius dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan proyek, sehingga penyimpangan dianggap lumrah dan cenderung pembiaran.

“Kalau emang tidak ada birokrasi bawah meja harusnya gelaran proyek bisa lebih transparan, jangan terkesan seperti ditutup-tutupi begini, ini mah ada proyek tapi tidak tahu satuan kerja dan penyedia jasa nya, kan aneh, berarti kan memang mau niat ngerampok anggaran,” tegas Jepri kepada Wartawan.

Atas penyesatan informasi ini, publik berspekulasi adanya dugaan penyalahgunaan wewenang untuk meraup keuntungan pribadi dibalik terealisasinya kegiatan fisik Pemerintah, tujuannya tak lain agar penyimpangan dengan cara mendapatkan gratifikasi dalam bentuk kemitraan tidak terendus oleh publik dan menghindari lingkaran bola panas korupsi.

(Cahyo)