Purwakarta | Fokualensa.com – Antrean panjang truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan kemacetan serta menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat sekitar TPA dan warga setempat.
Kondisi tersebut terjadi akibat terhambatnya proses pembuangan sampah.Senin,(25/26).
Diketahui, dua unit ekskavator milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Wakil Bupati Purwakarta yang akrab disapa Abang Ijo menyambangi kantor Dinas Lingkungan Hidup pada Minggu kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati disambut langsung oleh Kepala Dinas DLH, Erlan Diansyah.
Dalam penjelasannya, Kepala Dinas DLH Erlan Diansyah menyampaikan bahwa kerusakan pada ekskavator milik dinas sudah beberapa kali diperbaiki. Namun, alat tersebut kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
“Kerusakan ekskavator sudah beberapa kali diperbaiki, namun tidak bertahan lama. Bahkan dalam waktu sekitar dua minggu kembali rusak dan menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah,” jelas Erlan.
Oleh karena itu, pihak dinas mengambil inisiatif untuk menyewa alat berat dari salah satu pengusaha alat berat. Pengajuan penyewaan tersebut telah dilakukan sebagai langkah efisiensi dibandingkan terus melakukan perbaikan yang memakan biaya besar namun tidak bertahan lama.
Menurut Erlan, langkah penyewaan alat berat dinilai lebih efektif untuk mempercepat proses pengangkutan dan perapihan sampah di TPA.
Sementara itu, Wakil Bupati Purwakarta memberikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup tersebut.
“Langkah ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, agar permasalahan sampah segera teratasi, tidak menimbulkan keluhan warga, dan masyarakat dapat kembali merasa nyaman tanpa terganggu bau sampah,” ujar Wakil Bupati.
Diharapkan, dengan adanya penyewaan alat berat tersebut, proses pengangkutan dan penataan sampah dapat berjalan lancar sehingga antrean truk sampah dan dampak bau menyengat dapat segera teratasi.
( Tedi )
























