">

Rangka Baja Revitalisasi SDN Serdang Wetan Diduga Dioplos, Proyek Swakelola Berpotensi Buat Ajang Memperkaya Pejabat

 

Tangerang – Media Fokuslensa.com – Revitalisasi SDN Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang dengan biaya APBN sebesar Rp. 954 Juta yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) diduga tidak sesuai spesifikasi standar maupun kualitasnya. Sabtu, 26/09/2026.

Dari hasil pengamatan, rangka baja yang digunakan diduga dioplos dengan bahan material bekas, selain itu atap metal/galvalum kualitasnya terindikasi dibawah standar, sehinga sebagian material kondisinya sudah mengalami cekungan (penyok) akibat mutu yang terlalu tipis.

Tentu saja hal demikian merupakan suatu bentuk indikasi penyelewengan anggaran dengan cara memonopoli bahan-bahan material. Bagaimana tidak, anggaran yang seharusnya dibelanjakan untuk pembelian material baru malah dialihkan dengan pengadaan material bekas, bahkan rata-rata kualitas material yang digunakan jauh dibawah standarnya.

Saat dijumpai, salah seorang pekerja menyebutkan bahwa proyek yang dikerjakannya adalah kegiatan swakelola dari P2SP, jika ingin memastikan siapa pelaksananya silahkan konfirmasi lebih lanjut ke Kepala Sekolah.

“Swakelola, tanya pak Kepseknya saja, kami cuma kerja, terkait lain-lain kita nggak tau,” ujar pekerja yang tidak menyebutkan namanya sembari menunjukan letak papan informasi proyek.

Perlu diketahui bahwa proyek swakelola adalah cara memperoleh barang atau jasa yang direncanakan, dikerjakan, dan diawasi sendiri oleh instansi pemerintah tanpa melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung penyedia jasa kontraktor.

Menanggapi hal itu, Gunawan yakni Satgas Investigasi Perhimpunan Legislatif Muda Indonesia (PEMI) menilai proyek swakelola jika tidak diawasi dengan baik maka akan membuka ruang pejabat untuk melakukan korupsi secara berjamaah.

“Pengawasannya harus diperketat, karena nilai anggarannya tidak sedikit, kualitas, spesifikasi dan standarnya harus diperhatikan, jangan sampai hasil revitalisasi gedung sekolah tidak maksimal dan ditunggangi kepentingan pejabat untuk memperkaya diri,” imbuhnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN Serdang Wetan belum dikonfirmasi.

(Cahyo)