Anggota Dewan Demokrat Julham Firdaus Mengomentari Terkait Proyek Jaletreng 2 di Tangsel

 

TANGERANG – Fokuslensa.com – PAD bertujuan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.

Hal ini dikatakan oleh
Julham Firdaus, yang merupakan Anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat dalam paparannya mengatakan
Pembangunan infrastruktur memang menjadi hal mendasar demi terciptanya pembangunan ekonomi di sebuah daerah dan didalam sebuah pembangunan infrastruktur fisik harus ditetapkan visi yang jelas “Ucapnya Rabu 6 April 22.

Menurutnya saya sebagai wakil rakyat turut merespon tentang proyek jaletreng 2 yang ramai jadi sorotan media masa, dengan dampak amblas dan longsor.

Oleh karena itu Julham Firdaus yang merupakan Dewan Legislatif yang sekaligus Tokoh muda dari Fraksi Partai Demokrat menuturkan via WhatsApp, “Saya akan serius melihat semua kelengkapan data dari mulai perencanaan pembangunan, lelang, pemakaian anggaran standarisasi kualitas sampai ke hal teknis pekerjaan bismillah sebagai fungsi Controlling Pengawasan, ini harus menjadi suatu perhatian yang serius bagi saya sebagai wakil rakyat.

Dan saya tidak akan tinggal diam dan tidak akan pernah tenang di saat pelaksanaan pembangunan yang dana nya dari hasil Pendapatan Asli daerah PAD dan tentunya proyek itu dibangun sebagian dari pajak yang masyarakat bayar yang diterima oleh Pemerintah Daerah Tangsel dan oleh sebab itu saya menghimbau jangan dimain-mainkan ataupun terindikasi dibuat tidak baik ” Imbuhnya.

Mari kita semua sebagai perangkat daerah bekerja dengan serius dan transparan, rakyat harus mendapatkan kenyamanan dan fasilitas yang baik juga tentunya diikuti dengan perencanaan yang baik profesional dan berkualitas ” Ujarnya.

Namun apapun yang kita kerjakan, kita bekerja untuk rakyat dan harus mumpuni bisa amanah dan jangan biarkan
kelalaian serta kebijakan dan pelaksanaan yang kurang baik hal itu terjadi yang akan berdampak pada sesuatu pekerjaan yang buruk, dan sebagai ASN kita bekerja mengedepankan profesional dan
berintegritas ” Ujarnya .

Lebih lanjut Julham Firdaus menyatakan
terkait pekerjaan Proyek Jaletreng dari mulai tahap pertama hingga lanjutannya itu perlu dibenahi karena disinyalir gagal konstruksi dan diduga lalai dalam pengawasan dan harus dimengerti sebagai
Konsultan pengawasan tugasnya apa ? kalau pelaksanaannya tidak benar,” Tuturnya.

Perlu diketahui Proyek ini
anggarannya cukup lumayan besar, baik dari tahap awal maupun lanjutan jadi jangan asal buat dong bangunannya, karena proyek ini menggunakan anggaran APBD ini semua dari uang rakyat untuk itu
saya tegaskan akan mengawal pembangunan ini ” Tutupnya . ( Red )

Nara sumber : Julham Firdaus