Tangerang – Media Fokuslensa.com – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan hotmix di RW 13, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan. Pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp99.780.000 yang dilaksanakan oleh CV. Harapan Kita diduga tidak dilaksanakan sesuai standar teknis. Rabu, 04/03/2026.
Proyek yang diketahui merupakan aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang yakni Imam Sucipto dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Program aspirasi dewan sejatinya bertujuan menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat secara langsung, sehingga pelaksanaannya dituntut transparan dan sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditentukan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, pekerjaan hotmix tersebut diduga mengalami pengurangan volume. Ketebalan gelaran aspal yang terpasang di lapangan terlihat tidak merata dan berbeda pada beberapa titik. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa volume pekerjaan tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan awal.
Selain itu, agregat yang digunakan dalam campuran hotmix juga diduga tidak memenuhi spesifikasi. Material yang tampak di permukaan terlihat lebih menyerupai abu atau agregat berukuran sangat kecil (sekrining), sehingga menimbulkan pertanyaan terkait kualitas campuran aspal yang digunakan. Secara teknis, penggunaan agregat yang tidak sesuai spesifikasi dapat berdampak pada daya tahan jalan, terutama terhadap beban kendaraan dan perubahan cuaca.
Hasil akhir gelaran hotmix pun terlihat bergelombang dan tidak rata. Permukaan jalan di beberapa bagian tampak mengalami ketidakseimbangan elevasi, yang secara kasat mata menunjukkan kualitas pemadatan yang kurang maksimal. Pekerjaan yang dilakukan pada malam hari diduga menjadi salah satu faktor penyebab kurang optimalnya pengawasan teknis maupun proses penghamparan dan pemadatan aspal.
Dalam pekerjaan pemeliharaan jalan yang bersumber dari anggaran pemerintah, setiap tahapan seharusnya mengacu pada standar teknis konstruksi jalan, mulai dari ketebalan hamparan, komposisi campuran aspal, penggunaan agregat sesuai spesifikasi, hingga proses pemadatan menggunakan alat berat yang memadai. Apabila tidak sesuai standar, maka berpotensi menurunkan umur rencana jalan dan dapat merugikan keuangan negara.
Oleh karena itu, Masyarakat berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih lanjut agar kualitas pekerjaan infrastruktur di wilayah Kecamatan Curug benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.
Sampai berita ini diterbitkan, Camat Curug selaku Kuasa Pengguna Anggaran belum dikonfirmasi.
(cahyo)
























