Nias – Media fokuslensa.com –
Anggapan bahwa wartawan merupakan profesi yang gemar mencari masalah mendapat tanggapan dari wartawan senior, Oman Gori. Ia menilai, wartawan justru memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Dikatakan Oman Gori saat ditemui di kantornya, Kamis (13/8/2026). Menurutnya, wartawan tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang selalu mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari kontrol sosial yang menjalankan tugas berdasarkan kepentingan masyarakat.
“Pejabat yang alergi dengan wartawan menurut saya adalah pejabat yang belum memahami sepenuhnya apa yang sedang dikerjakannya sebagai pejabat publik,” ujar Oman.
Ia mengatakan, setiap pejabat publik yang memperoleh gaji dari negara semestinya memahami bahwa pekerjaannya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Karena itu, keterbukaan informasi terhadap pertanyaan, kritik, maupun konfirmasi dari wartawan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.
Oman menegaskan, wartawan merupakan profesi yang mulia karena bekerja untuk kepentingan masyarakat. Wartawan memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar, berimbang, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Wartawan itu profesi mulia. Kami bekerja untuk masyarakat dan pemerintah. Wartawan menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, sekaligus menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Oman, keberadaan wartawan tidak perlu dianggap sebagai ancaman oleh pejabat maupun institusi pemerintah. Begitu Sebaliknya, kritik dan pertanyaan dari media dapat menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Peran tersebut juga sejalan dengan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyebutkan pers nasional berperan memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong supremasi hukum dan penghormatan terhadap HAM,
mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar, melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Karena itu, menurut Oman, wartawan bukan “pencari masalah”, melainkan bagian dari mekanisme kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
Bung Gori kembali meminta seluruh mitra mitra di Kabupaten Nias, untuk tidak alergi dengan wartawan. Anggaplah wartawan itu sebagai sahabat dan teman, karena wartawan saat ini dalam menjalankan tugasnya sangat profesional, memahami aturan kode etik dan uu . Dan kehadiran wartawan juga sangat perlu di era demokrasi saat ini.
Selanjutnya, Bupati Lira, Denius Gulo, mengatakan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah. (DG)
























